Pendanaan UMKM Melalui Financial Technology atau Fintech



Demi memberikan dukungan bagi para pelaku UMKM atau Usaha Mikro Kecil Menengah, pemerintah terus menciptakan beberapa terobosan terbaru. Salah satu cara pemerintah dalam memberikan dorongan bagi pelaku UMKM adalah melalui Financial Technology atau Fintech dan memesarkan produk yang diproduksi secara online. Melalui menterinya, pemerintah memberikan pendanaan UMKM melalui fintech. Di dalam mendapatkan modal melalui fintech, masyarakat harus bijak dalam memilih jasa fintech yang ada saat ini.

Bukan menjadi rahasia lagi bahwa banyak jasa fintech yang merugikan pihak-pihak tertentu hanya demi mendapatkan keuntungan semata. Fintech yang telah terdaftar di OJK merupakan jenis fintech yang patut untuk digunakan atau dimanfaatkan. Fintech yang telah diakui oleh OJK dapat memberikan jaminan kepada para pelaku UMKM sehingga pelaku usaha nantinya tidak akan menemui kerugian atau hambatan ketika menjalankan usaha tertentu.

Kontribusi UMKM akan produk domestik bruto atau PDB mencapai hingga 61,4 %. Kesenjangan antara pembiayaan usaha menengah dan usaha kecil sekitar 19 % jika dibandingkan dengan PDB. Para pelaku usaha kecil memiliki kesulitan dalam melakukan pinjaman kepada bank. Tidak hanya itu, pelaku UMKM juga menghindari pinjaman kepada renteinir agar tidak terjerat akan tuntutan renteinir yang keras dan tidak masuk akal. Tak mengherankan jika para pelaku UMKM memilih memanfaatkan keberadaan perusahaan fintech untuk mendapatkan pendanaan pinjaman online demi memenuhi kebutuhan dana usaha.

Pendanaan UMKM

Di dalam kinerja perusahaan fintech, bank turut serta melebarkan sayapnya di dalam perusahaan ini. Bank akan bekerja sama dengan perusahaan fintech sehingga para pelaku UMKM dapat dengan mudah mengajukan pinjaman kepada pihak bank. Di dalam menjangkau para pelaku UMKM atau mikro, bank memiliki kesulitannya tersendiri. Jika perusahaan fintech dapat berkolaborasi dengan pihak bank, para pelaku UMKM tentunya memiliki kemudahan dalam mendapatkan modal untuk pendanaan usaha yang akan dijalankan.

Dari sekian jenis UMKM yang mendapatkan pendanaan dari perusahan fintech, pedagang eceran merupakan UMKM yang paling banyak mendapatkan bantuan. Aliran pinjaman perusahaan fintech kepada pelaku UMKM hingga kini telah mencapai hingga 7,6 triliun. Tujuh puluh persen pendanaan yang dikeluarkan oleh perusahaan fintech diberikan kepada pedagang eceran. Meskipun demikian, masih banyak pelaku UMKM yang belum mendapatkan pendanaan dari pihak konvensional yang mampu memberikan dorongan akan perkembangan bisnis UMKM.

Fintech Peer to Peer merupakan salah satu terobosan yang dapat memberikan dorongan ekonomi kepada para pelaku UMKM di Indonesia. Dengan menghubungkan antara pendanaan usaha mikro dengan mitra perusahaan fintech yang berada di tempat-tempat tertentu, pelaku UMKM dapat dengan mudah memperoleh dana yang mereka butuhkan untuk menjalankan bisnis. Fintech Peer to Peer merupakan sumber pendaan yang sifatnya demokratis dan terbuka.

Dengan begitu, mitra perusahaan UMKM yang keberadaannya di desa nantinya memiliki kesempatan yang besar untuk mendapatkan pendanaan yang mereka butuhkan. Tidak hanya pendanaan bagi individu, fintech Peer to Peer juga dapat dimanfaatkan bagi organisasi. Pengusaha makro juga akan mendapatkan pendampingan dan kemudahan akses kepada pihak bank yang bekerja sama dengan perusahaan fintech.
Demi memberikan kemudahan bagi pelaku usaha mikro, perusahaan fintech bekerja sama dengan beberapa bank terkemuka di Indonesia. Pendanaan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah dapat berlangsung dengan baik dan mudah akibat keberadaan perusahaan fintech. Tidak hanya para pelaku UMKM, perekonomian negara juga terbantu akibat keberadaan fintech atau Financial Technology.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pendanaan UMKM Melalui Financial Technology atau Fintech"

Posting Komentar